Jumat, 04 Januari 2013

Cerita Naruto chap 547 : Keuatan Kasih Sayang Seorang Ibu


Perubahan pada diri Gaara mengguncangkan Sang Ayah

“Kau bukan lagi seorang Jinchuurik ? Bagaimana mungkin ?” Tanya Ayah Gaara penuh kebingungan
“memang Aku telah mati, saat Shukaku diambil dari tubuhku, oleh orang-orang yang 'mengendalikan' Kalian. Namun berkat usaha yang dilakukan Chiyo-ba dan temanku, Aku bisa kembali”jawab Gaara yang membayangkan saat dia 'dihidupkan' kembali oleh Nenek Chiyo dan Naruto
“hmm.. Si Tua Chiyo itu mau melakukan hal seperti itu, dan juga teman-teman mu... Hah kau punya teman ??” kata Ayah Gaara dan menambahkan keheranannya, karena sepengetahuan dia, tak ada satu pun orang yang mau berteman dgn Gaara.
“Ya ampun, menyedihkan sekali Anakmu itu. Semua Anak seumuran dia pastilah mempunyai Teman.”Mizukage ke-2 ikut nimbrung
“Kau telah 6 kali mencoba untuk membunuhku. Dan setiap harinya Perasaan Takut dan Benci kepadamu semakin tumbuh pada diriku. Tapi sekarang Aku tak membencimu... Aku bahkan mengerti apa yang coba lakukan terhadapku”kata Gaara
Ayah Gaara terdiam..
“sekarang Aku adalah seorang Kazekage. Sudah menjadi tugas dari seorang pemimpin untuk melindungi desanya, dan memberantar segala ancaman terhadap desanya” Kata Gaara
Perkataan Gaara itu semakin-makin membuat Ayaah Gaara terguncang


Gaara kini berhadapan dengan Ayahnya, dan akan menjadi Pertarungan antara Ayah dan Anak ... Kazekage VS Kazekage

“Kau.... Kau Seorang Kazekage... ?”tanya Ayah Gaara tak percaya
“Bukan hanya itu. Sekarang Dia ini Seorang RENTAICHOU Panglima Jendral dari Pasukan Aliansi Shinobi ! Menjadi seorang Kage di umur yang masih muda, tapi Para Kage lainnya menghormati kekuatannya”Tsuchikage O'onoki ikut Komentar
“Jadi dugaanku benar.. Kupikir, aneh jika chakra dari segala tipe dari desa yang berbeda, semuanya berkumpul dalam satu tempat. Sungguh diluar dugaan, Para Shinobi menggalangkan kekuatan bersama.”komentar Tsuchikage ke-2 Muu
“Kharisma keluar dari seseorang yang tak punya alis. Yeah.. Aku juga tak punya Alis !”celetuk Mizukage ke-2
“Bagaimana dengan Anakmu yg punya jenggot itu Mizukage ?”tanya Muu
“Oh itu anakmu ya !? Dia shinobi yang hebat”kata Raikage ke-3 yang mengenali Anak dari Mizukage ke-2
“Hey.. Jika kalian semua ingin membunuh salah satu dari kami. Bunuh yang pake perban imi dulu. Aku akan menyemangati Kalian !”kata Mizukage ke-2 pada Gaara dan O'onoki
Gaara hanya terdiam sambil menatap Ayahnya.
Ayah Gaara teringat ketika saat Gaara lahir

Gaara terlahir Prematur. Waktu Gaara dilahirkan. Tubuh Gaara hanya setinggi kira-kira 20cm atau sebesar telapak tangan

“Dia Prematur yang sangat kecil, dilihat dari ukurannya, Apa dia mampu ?”kata Ayah Gaara sewaktu melihat kelahiran Gaara
“Dia cocok..”kata Nenek Chiyo yang juga ada disana.
“Dia anak yang ketiga dan yang pertama cocok. Kita harus mengurus Anak ini dengan baik”tambah Chiyo-ba
“hah..hah..Aku ingin melihat wajah Anakku”kata Kurara Ibu Gaara dgn lemah
“Kurara..! Apa kau baik-baik saja ?”tanya Ayah Gaara
Kemudian perawat mendekatkan Gaara Bayi ke Kurara.
Kurara menatap Anaknya penuh kasih sayang
“sungguh Anak yang kecil, lemah...!”kata Kurara
Dokter berbisik pada Ayah Gaara
“Detak jantung Kurara perlahan-lahan melemah”bisik Dokter
“Cepat !Lakukan sesuatu !”pinta Ayah Gaara

Waktu berlalu dengan cepat, dan Gaara telah tumbuh menjadi seorang Bocah.
Suatu waktu, Kekuatan Shukaku mengamuk, dan membunuh seseorang, sampai cipratan darahnya membasahi dinding batu
tapi seperti yang dialami para Jinchuuriki lainnya. Dia begitu ditakuti dan dibenci oleh semua orang.
Orang-orang menatap Gaara seolah-olah tatapan mereka itu ingin sekali tatapan mereka menusuk ke hati by: www.kakasensei.comGaara yang selalu dilindungi pasir itu

Ditempat Kazekage, Ayah Gaara banyak menerima berita akan aksi dari Gaara, hingga membuatnya sangat bingumg
“Anak itu sebuah kegagalan juga. Dia mulai kehilangan kendali.”kata Chiyo-ba

Pada waktu rapat para petinggi Sunagakure yang membahas tentang kekuatan militer dan Shukaku

“jika Angkatan Perang Desa terus berkurang, Sunagakure juga akan semakin memburuk sampai tak dapat dipulihkan”kata salah satu peserta Rapat.
“kita harus punya senjata Pamungkas sebagai Nilai tambah Negosiasi dengan Negara lain. Kita harus lakukan sesuatu terhadap Shukaku. Karena Jinchuurikinya tak berguna, kita harus bergantung pada jutsu yang dikembangkan Kazekage, dan terus bertukar Emas agar desa tetap bertahan. Dan terhadap Gaara..”kata Peserta rapat lainnya
“Yashamaru..! Ada yang ingin kubicarakan nanti.” kata Kazekage ke-4 Ayah Gaara
“Baik”jawab Yashamaru

Usai Rapat, Ayah Gaara dan Yashamaru berbincang-bincang disuatu tempat.
“Tapi Gaara-sama masih anak-anak...”kata Yashamaru
“Aku telah menetapkan segala nilai melalui perjalanan hidupku. Namun Aku belum menentukan Nilai yang sebenarnya dari dirinya. Aku akan menilai dirinya besok. Setelah mengevakuasi penduduk desa, kau harus memojokan Gaara” kata Ayah Gaara
Yashamaru hanya terdiam
“Bicarakan tentang Ibunya, dan Pojokkan Psikologinya, jika Dia tak kehilangan kendali, Aku akan terus menjaga dan membesarkannya !”tambah Ayah Gaara
“Kakakku...? Apa kau yakin itu keputusan yang bijak, Tuan !?”tanya Yashamaru
Ayah Gaara hanya menatap tajam Yashamaru.
“ku yakin Dia sangat menyayangi Kurara, Ibunya. Karena itulah, sebagai seorang Jinchuuriki dia harus mampu bertahan dari kehilangan orang yang disayanginya”kataAyah Gaara meyakinkan Yashamaru


Pada suatu malam di sunagakure, tampak Bola mata dari pasir emas, mengambang sedang memperhatikan seuatu kejadian.
kejadian dimana saat Yashamaru hendak membunuh Gaara, tapi malah Yashamaru yang terbunuh.
sebelum ajalnya, Yashamaru menyerang Psikologi Gaara sesuai perintah Ayah Gaara
“tapi.. Kakakku tak menamai karena kasih sayang, mengapa Dia menamaimu dgn nama itu, karena dia berharap Kau tetap hidup. Untuk memberitahu Dunia bahwa kebenciannya, dan kutukannya, juga untuk mengingat selama kau hidup. KAU TAK DIKASIHI...!”kata Yashamaru
Gaara kecil menangis.
Shukaku yang ada pada diri Gaara pun bangkit, mengaum-ngaum. Beruntuk penduduk desa telah dievakuasi.
Ayah Gaara yang terus memantau Gaara.
“ternyata tak berhasil. Gaara ternyata adalah sebuah kegagalan”kata Ayah Gaara



Kembali ke Medan Perang Dunia Shinobi
Gaara dan O'onoki bersiap menghadapi para mantan Kage, dan Ribuan Pasukan berada dibelakangnya juga telah bersiap.

“Jutsu Edo Tensei ini mungkin ada sisi bagusnya juga”kata Ayah Gaara
“....”Gaara bingung maksud perkataan Ayahnya
“Aku akan menentukan, Apa kau berharga. Kau akan menghadapiku, Sekali lagi. Apa Kau mampu melampauiku ?”kata Ayah Gaara

“O'onoki ! Kau harus menghentikanku ! Walau Berapapun banyaknya pasukan. Takkan berpengaruh bagi Pengguna Jinton Ninjutsu sepertiku ini. Kau satu-satunya yang mampu”kata Mummy alisa Tsuchikage ke-2 Muu
“Aku tahu..”jawab O'onoki
“setelah itu, apa kau ingat apa yang ku ajarkan kepadamu tentang apa yang harus dilakukan setelah menang beraliansi ! Setelah konfliknya reda, Aliansi akan menjadi sebuah Pertingkaian atas hasil dari perang, pemenangnya akan menjadi kekuatan baru yang mendominasi”kata Muu
“Kau benar-benar licik Tsuchikage..”kata Mizukage
“kami takkan membiarkanmu”kata Raikage ke-3
“Aku tak ada Niat untuk seperti itu, Muu-sama”kata O'onoki
“...oh begitu ya... Kau tidak tumbuh menjadi orang tua yang keras kepala”kata Muu
“Oh iya.. Kami tak bisa mengendalikan tubuh kami. Kami bereaksi otomatis terhadap jutsu kami. Cepatlah bunuh kami, agar kami bisa beristirahat ! Kami akan beritahu kekuatan dan kelemahan kami”kata Mizukage ke-2
“dan kau harus menghentikan pergerakan kami. Mungkin ini takkan mudah”kata Raikage ke-2

Kemudian secara bersamaan, Gaara dan Ayah Gaara mengeluarkan pasir dan pasir emas, dan saling menyerang
Bentrokan 2 kekuatan pasir vs pasir emas, tak terhindarkan.
Muu memanfaat waktu itu untuk bergerak maju dgn cepat.
Ombak pasir Gaara dan Pasir emas saling mendorong, 
dari hamparan pasir Gaara mencuat sepasang tangan menyerbu ke arah mantan Para Kage
“Kalian semua ! Bersiaplah !”perintah O'onoki
Dari belakang, Temari yg memimpin pasukan, langsung memberi komando
“Ayo semuanya !”
“MAJUUUUUU!”serempak para Pasukan dan langsung maju.

Tangan Pasir Gaara mencengkram Pasir Emas ayahnya. Lalu...
“SUNA ARARE” Pasir Emas buyar, dicengkram pasir Gaara.
tak sampai disitu, Gaara membuat hujan gumpalan-gumpalan pasir
Pergerakan Muu, tak lepas dari perhatian O'onoki dan langsung mengejarnya
Raikage kaget melihat berjatuhannya gumpalan-gumpalan pasir itu.
Tanpa disadari oleh mereka, Pasir Gaara telah membelenggu kaki mereka sampai sebatas lutut.
“Dia sudah mengangkat pasir dari emas”pikir Ayah Gaara
Gaara menggerakan tangannya kedepan,
Pasir Gaara membentuk suatu sosok manusia memeluk Mizu,Rai,dan Kazekage
Ayah Gaara yang tangannya masih bebas, menggerakan tangannya keatas, Gumpalan Pasir Emas menyerbu ke arah Gaara dari atas.
Lagi-lagi Tangan Pasir datang dan melindungi Gaara.
Setelah mengamati bentuk sosok manusia dari Pasir Gaara. Betapa kagetnya Ayah Gaara
“KURARA.. Rupanya kau masih hidup dalam diri Anak ini”pikir Ayah Gaara
Temari melihat Ayah Gaara
“! Sial itu Ayah !”
“Kau benar-benar telah berkembang Gaara”kata Ayah Gaara
“ ! ”Gaara mengkerutkan keningnya.
“Satu-satunya yang harus dilakukan orang tuanya adalah mempercayai Anaknya, itu saja.. Dan dari situlah Nilai sesungguhnya. Itukan yang kau maksud kurara !” kata Ayah Gaara sambil menatap Sosok Kurara dari Pasir Gaara yang mendekapnnya.
sedangkan Gaara semakin terpaku
“sepertinya Aku tak dapat menilainya.”tambah Ayah Gaara
“.... Apa maksudnya ?” tanya Gaara
“Pasir yang selalu melindungimu, bukanlah dari kekuatan Shukaku yang kau gunakan, tapi kekuatan dari Ibumu Karura”kata Ayah Gaara
Gaara masih terdiam

Kemudian Ayah teringat lagi tatkala Karu melihat Gaara, dan meneruskan perkataan, yang dulu terpotong, karena bisikan Dokter

“Sungguh Anak kecil yang lemah.... Apapun yang terjadi, Aku akan selalu melindungi mu Gaara !”

“Ibumu... Amat Sangat menyayangimu Gaara”kata Ayah Gaara

Mata Gaara terbelalak mendengar pengakuan dari Ayahnya.
Lalu Bagaimana kelanjutannya ??

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar