Senin, 15 Oktober 2012

perundingan sjahrir-van mook


perundingan sjahrir-van mook

Pertemuan pertemuan yang di prakarsai oleh letnan jendral cristison selalu mengalami kegagalan. Akan tetapi pemerintah ingrris ingin terus berupaya mempertemukan kembali pihak Indonesia dengan pihak belanda ,pemerintah inggris mengirim seorang diplomat ke Indonesia yakni sir Archibald clark keer sebagai penengah.

   Pada tanggal 10 febuari 1946 perundingan Indonesia belanda di mulai.pada waktu itu van mook menyampaikan permyataan politik  pemerintah belanda antaralain sebagai berikut.
1.    Indonesia akan di jadikan Negara commonwealth berbentuk federasi yang memiliki pemerintahan sendiri di dalam lingkungan kerajaan belanda .
2.    Urusan dalam  negeri di jalankan Indonesia sedangkan urusan luar negri oleh pemerintah belanda.
















 sultan sjahrir.doc

Selanjutnya pada tanggal 12 maret 1946 sjahrir menyampaikan usul balasan yang berisi antara lain sebagai berikut.

1.    1.republik Indonesia harus di akui sebagai Negara  yang berdaulat penuh bekasatas hindia belanda.
2.    Federasi Indonesia belanda akan di laksanakan pada massa tertentu dan urusan luar negri dan pertahanan di serahkan kepada suatu badan pederasi yang terdiri atas orang-orang Indonesia dan belanda.

  Usul pihak Indonesia di atas tidak di terma oleh pihak belanda dan selanjutnya van mook secara pribadi mengusulkan untuk mengakui Indonesia sebagai wakil jawa unuk mengadakan kerjasama dalam rangka pembentukan Negara federal dalam lingkungan  kerajaan belanda.

     Pada tanggal 27 maret 1946 sultan sjahrir mengajukan usul baru kepada mook antara lain sebagai berikut.
1.    Supaya pemerintahan belanda mengakui kedaulatan de facto ri atas jawa dan Sumatra .

2.    Supaya ri belanda bekerja sama membentuk republic Indonesia serikat (RIS).


3.    Ris bersama sama dengan nether land,suriname,,curacao,menjadi peserta dalam ikatan Negara belanda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar