Minggu, 19 Agustus 2012

Cara Meningkatkan Kecerdasan Intelektual Anak


Cara Meningkatkan Kecerdasan Intelektual Anak

Cara Membentuk Anak Yang Pintar
Banyak yang bilang tinggi rendahnya tingkat kecerdasan anak itu adalah sifat dari orang tuanya alias genetika (keturunan).

Tapi tak sedikit pula ilmuwan yang percaya kecerdasan masih dapat ditingkatkan dengan berbagai cara sejak usia dini pada diri anak. Berikut sekilas strategi yang dapat diupayakan untuk meningkatkan fungsi intelektual dan kognitif anakAnda.

- Buat Dialog internal Pemberdayaan
Tahukah Anda, dialog sangat memiliki pengaruh terhadap kemampuan anak? Dialog yang negatif dapat mendorong anak mengalami kegagalan. Anak yang merasa rendah diri, akan mengalami pemiskinan intelektualitas. Sedangkan sebaliknya, dialog positif dapat meningkatkan keberhasilan anak meraih masa depan.

Para ilmuwan percaya, ada hubungan signifikan antara pikiran dan tubuh anak. Pikiran depresi akan menekan energi dan motivasi. Selain itu, juga mengurangi kemampuan anak berpikir jernih dan melakukan tindakan tepat. Anak-anak yang depresi cenderung mengalami keraguan dan sulit berpikir jernih. Depresi dapat mengguncang keteguhan sehingga anak-anak tidak dapat mengenali apa yang benar-benar dapat dicapai dan tidak.

Ciptakan sebuah dialog internal positif yang dapat meningkatkan kinerja intelektual anak. Yakni sebuah cara menghilangkan pemikiran subyektif dan membangun kepercayaan diri, mengajarkan anak bagaimana mempraktekkan tanggapan positif. Contohnya:

Tanamkan kata-kata,
-    Saya akan melakukan yang terbaik yang saya bisa.
-    Saya akan melakukan dengan baik ketika belajar  untuk ujian.
-    Saya akan bekerja keras menyelesaikan pekerjaan rumah.
-    Saya bisa dan saya akan melakukan ini.

- Latihan Pengendalian Pernapasan Anak
Salah satu metode efektif dan efisien merangsang proses mental anak adalah pengendalian bernafas. Penelitian menunjukkan, anak-anak memiliki performa akademis yang lebih baik ketika mereka melakukan latihan pernafasan sebelum tes atau tugas.

Latihan pernafasan ini terbukti dapat mengurangi rasa cemas ketika menghadapi ujian. Selain itu, pernafasan yang meningkatkan aliran oksigen ke otak dapat meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan kemampuan pemecahan masalah.

Caranya cukup mudah. Ajarkan anak menghitung sampai lima saat bernafas kemudian sampai lima lagi saat nafas keluar. Ulangi cara bernafas ini sekitar 6 kali atau kurang lebih satu menit.  Instruksikan anak untuk mengulang latihan pernafasan setiap kali Ia akan mengerjakan tugas, menghadapi ujian maupun situasi pemecahan masalah yang lain.

Latihan ini perlu diulang berkali-kali agar anak terbiasa. Hal yang patut digaris bawahi mengenai latihan pernafasan, perhatikan cara menarik dan membuang nafas yang lebih cocok untuk dilakukan.

- Lakukan Olah Raga Mental
Beberapa hal dapat dilakukan untuk mengasah kemampuan anak. Bermain  mampu merangsang pikiran, terutama permainan berbasis strategi. Selain itu, game juga mengasah kemampuan verbal, daya konsentrasi, persepsi dan penalaran.

Berikut  beberapa permainan yang direkomendasi untuk membangun otak yang dapat dilakukan bersama keluarga:
  Catur
  Checkers
  Puzzle teka teki silang
  cryptograms
  Tebak kata
  Scrabble
  Puzzle Matematika

- Meningkatkan Intelektual dengan Interaksi Verbal Keluarga  
Jangan menjauhkan anak-anak dari percakapan keluarga hanya ketidak mengertiannya. Libatkan anak-anak dalam percakapan karena ini juga membantu mengembangkan ketrampilan bahasa dan kosa kata. Tak hanya anak-anak usia sekolah, justru terutama anak berusia 16 hingga 26 bulan dimana kemampuan bahasanya sedang berkembang pesat
.
Tak peduli usia anak, bicarakan topik yang menarik minat mereka  seperti sekolah, teman, hobi, aktivitas, beberapa proyek kreativitas, perjalanan, dan hal-hal menarik lainnya. Apapun yang muncul dari interaksi ini akan membuat anak merasa dihargai serta berkembang lebih cerdas.

- Dorong Anak untuk Membaca Repetitif
Membaca membantu anak mengoptimalkan potensi intelektualnya. Selain itu, aktivitas membaca bersama dapat memelihara bahasa cinta dan memperkuat ikatan orang tua-anak. Kedua hal ini adalah potensi yang membangun intelektual anak. Membaca bersama dan mengulang bacaan terbukti membantu balita meningkatkan kemampuan ingatan, membangun kosa kata dan memperbaiki kemampuan rentang konsentrasi serta perhatian.

Ciptakan Lingkungan Merangsang
Beberapa hal perlu diciptakan untuk merangsang mental anak. Ini akan membantu mengembangkan kemampuan anak memproses informasi. Beberapa hal tersebut, diantaranya:
  Pegang atau gendong bayi Anda sesering mungkin.
  Gunakan mimik wajah ekspresif.
  Ajak anak untuk membaca  cerita (sesuai usianya) dengan suara keras, bisa dari buku, koran atau majalah.
  Setidaknya seminggu sekali, bawa anak  ke perpustakaan, dimana mereka dapat membaca sendiri atau ikut kelompok mendongeng.
  Ajak anak mengikuti acara budaya, seperti drama, atau konser.
  Adakan perjalanan ke tempat-tempat baru, termasuk musium lokal.
  Gunakan makan malam untuk stimulasi mental.

- Perkenalkan Musik  dalam Kehidupan Anak
Memperkenalkan musik bukan berarti anak diarahkan untuk menyanyi atau mahir memainkan alat musik. Memperkenalkan musik dan irama ke dunia anak dapat meningkatkan banyak aspek kinerja kemampuan akademisnya. Misal, anak yang mendapatkan rangsangan ritmis drum membuatnya lebih mudah fokus dalam melakukan pekerjaan rumah. Musik juga merupakan olah raga mental  juga meningkatkan kreativitas.

- Tubuh Aktif, Pikiran Aktif
Aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah ke seluruh bagian tubuh termasuk otak. Aktivitas fisik ini bukan hanya olah raga akan tetapi juga bermain. Ketika otak mendapatkan oksogen segar, aliran darah lancar, dengan bersamaan juga meningkatkan kecepatan berpikir dan penalaran kompleks anak.
Berdasarkan penelitian, anak-anak yang aktif secara fisik tampil lebih baik di sekolah. Aktivitas fisik terbukti dapat:
  Meningkatkan pemikiran yang jernih
  Meningkatkan kreativitas
  Merangsang otak dan pembelajaran
  Meningkatkan konsentrasi energi dan mental
  Menghasilkan perubahan positif dalam tubuh yang meningkatkan harga diri (yang pada gilirannya mendukung belajar dan kemampuan kognitif yang lebih baik)
  Membantu mengembangkan keterampilan motorik dan koordinasi
  Mengurangi depresi dengan peningkatan tingkat kimia otak yang penting (yang kerap habis saat anak depresi)

- Nutrisi Tepat Anak
Keseimbangan gizi dengan makanan dapat menghasilkan peningkatan kemampuan mental anak, terutama dari asupan vitamin dan mineral yang cukup.

Ketika Anda gagal memberikan  anak-anak makanan sehat, dan  terlalu banyak memberi makanan olahan tinggi gula dan lemak, akan  berdampak negatif terhadap kemampuan mentalnya. Ini juga  berpotensi mempengaruhi IQ. Dalam sebuah penelitian  satu juta anak sekolah yang terdaftar dalam sistem sekolah New York City, skor IQ meningkat sebesar 14 persen setelah aditif, pewarna, dan perasa buatan telah dihapus dari makan siang mereka.

Berikut makanan otak  yang dapat meningkatkan kemampuan otak anak.
- Jeruk-jerukan
Beberapa jenis jeruk seperti jeruk mandarin hingga jeruk bali dengan kandungan vitamin C tinggi dapat memperbaiki ingatan dan kemampuan berpikir.

- Telur
Telur memiliki kandungan vitamin pembangun memori bernama kolin (choline ).

- Ikan
Ikan memiliki kandungan lemak penting pembangun otak.

- Sayur dan Buah Berwarna
Beberapa sayuran berwarna hijau dan buah berwarna ungu, oranye dan kuning, mereka memiliki kandungan antioksidan tinggi yang dapat mengurangi risiko kerusakan otak.

- Daging
Baik daging sapi maupun ayam memiliki kandungan zat besi yang tinggi. Defisiensi zat besi erat kaitannya dengan kemampuan belajar dan memori.

- Gandum utuh
Gandum utuh memiliki kandungan karbohidrat yang baik yang dibutuhkan untuk kemampuan mental yang tajam

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar