Kamis, 02 Agustus 2012

Banjir Terus Melanda Filipina, Korban Tewas Jadi 23


Kamis, 02 Agustus 2012 12:41 wib
Banjir di Filipina (Foto: AFP)
Banjir di Filipina (Foto: AFP)
MANILA - Bencana banjir melanda Filipina selama lima hari terakhir. Hingga saat ini, korban tewas akibat banjir dikabarkan sudah mencapai 23 jiwa.

Regu penyelamat saat ini menurunkan perahu karet, sementara petugas medis terus berusaha menyentuh tempat penampungan yang disediakan oleh pemerintah. Kerusakan juga tampak akibat genangan air yang belum surut.

Lahan pertanian di sebelah utara Manila, dikabarkan terendam air hingga pinggang orang dewasa. Warga Kota Obando banyak yang terjebak dalam lumpur, di saat mereka hendak mencari tempang penampungan.

Kondisi kesehatan warga turut menjadi perhatian selama banjir. Petugas medis memperingatkan warga mengenai wabah leptospirosis. Bakteri ini berasal dari air seni tikus yang tersebar melalui air banjir. Kemungkinan besar penyakit ini bisa menambah jumlah korban jiwa.

"Kami meminta bantuan dari pemerintah. Kota kami terendam air sepenuhnya," ujar Wali Kota Obando Orencio Gabriel, seperti dikutip AFP, Kamis (2/8/2012).

Kota Obando selama ini dikenal mengandalkan pendapatannya dari pertanian. Kota ini dilalui oleh sistem perairan yang besar dan mengalir hingga Teluk Manila. Warga kota saat ini terus terancam kondisi buruk yang diakibatkan oleh banjir.

Sementara pihak Badan Penanggulangan Bencana Filipina menyatakan, korban tewas bertambah hingga 23 jiwa. Sedangkan sekira 180 ribu warga sudah dievakuasi dari 90 desa dan 22 Kota. Sebagian besar dari warga, saat ini ditampung di gedung sekolah yang diubah menjadi penampungan sementara.(faj)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar