Kamis, 02 Agustus 2012

Arroyo Belum Dimaafkan untuk Kasus Korupsi


Aulia Akbar
Rabu, 25 Juli 2012 10:20 wib
Foto : Mantan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo (IST)
Foto : Mantan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo (IST)
MANILA - Meski mantan Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo diperbolehkan untuk membayar uang jaminan terhkait kasus kecurangan pemilu, Arroyo takkan lepas dari sidang kasus korupsi. Tidak akan mudah bagi Arroyo untuk bebas dari tahanan.

Juru bicara Pengadilan Pasay Felda Domingo mengatakan bahwa Arroyo diperbolehkan membayar USD23.250 atau sekira Rp220 juta untuk menangguhkan kasus kecurangan pemilu. Namun kantor Presiden Filipina mengatakan, Arroyo tidak dapat membayar jaminan untuk kasus korupsi. Demikian, seperti diberitakan Reuters, Rabu (25/7/2012).

Saat ini, Arroyo yang menderita sakit di bagian lehernya, dirawat ditahan di sebuah rumah sakit milik Pemerintah Filipina. Pengadilan Sandiganbayan juga melarang Arroyo meninggalkan Filipina.

Arroyo menjadi tahanan di rumah sakit sejak November 2011, tepat pada saat adanya tuduhan kasus kecurangan pemilu. Mantan Presiden Filipina itu dipindahkan dari Pusat Kesehatan St. Luke di Kota Taguig ke Kota Quezon.

Sejauh ini, Arroyo dan sembilan orang mantan pejabat Filipina didakwa atas penggelapan dana sebesar USD8,7 juta atau sekira Rp82 triliun. Namun pada Februari lalu, perempuan berusia 64 tahun itu sempat membantah tuduhan korupsi yang dilayangkan kepadanya.(AUL)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar