Jumat, 27 Juli 2012

Wilayah Perbatasan Perairan Indonesia



PrintPDF
PETA WILAYAH DAN YURISDIKSI NASIONAL REPUBLIK INDONESIA
Indonesia memiliki luas laut 7.900.000 km2, empat kali dari luas daratannya. Wilayah ini meliputi laut Teritorial, Laut Nusantara, dan Zone Ekonomi Ekslusif. Melalui Deklarasi Juanda tanggal 13 Desember 1957, dilahirkan Wawasan Nusantara yaitu cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan bentuk geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Dalam deklarasi ini ditentukan bahwa batas perairan wilayah Indonesia adalah 12 mil laut dari garis dasar pantai sampai titik terluar.
Garis dasar pantai adalah garis pantai rata-rata pada keadaan pasang surut.

Perairan laut inilah yang kemudian disebut dengan Laut Teritorial yaitu terletak antara garis dasar pantai pulau terluar sampai garis batas teritorial, maka dengan itu luas perairan Indonesia adalah + 3,1 juta km2.
Letak Indonesia pada kontinen (benua) yang dihitung atas dasar lautnya secara geologis dan morfologis dan kedalaman lautnya disebut Landas Kontinen. Indonesia terletak pada dua buah landas kontinen, yaitu Landas Kontinen Asia dan Landas Kontinen Australia. Batas landas kontinen diukur dari garis dasar, yang paling jauh 200 mil laut. Oleh karena itu dalam penetapan batas negara, ditarik jarak sama dari garis dasar masing-masing negara, atau diadakan kesepakatan dalam bentuk perjanjian dan persetujuan bilateral, misalnya:
Batas landas kontinen di Selat Malaka dan Laut Cina Selatan antara Indonesia dengan Malaysia telah disepakati tanggal 27 Oktober 1969 di Kuala Lumpur, berlaku mulai tanggal 27 November 1969;
Batas laut kontinen di Selat Malaka bagian utara dan Laut Andaman antara Indonesia dengan Thailand telah disepakati di Bangkok tanggal 17 Desember 1971 dan berlaku mulai tanggal 7 April 1972;
Batas landas kontinen di Selat Malaka bagian utara antara Indonesia dengan Malaysia telah disepakati di Kuala Lumpur tanggal 21 Desember 1971 dan mulai berlaku tanggal 16 Juli 1973;
Batas landas kontinen di Laut Andaman antara Indonesia dengan India telah disepakati di Jakarta tanggal 8 Agustus dan mulai berlaku pada saat ditanda tangani;
Penetapan garis batas dasar laut Arafura antara Indonesia dengan Papua Nugini telah disepakati di Canberra pada tanggal 18 Mei 1971 yang berlaku mulai tanggal 18 November 1973;
Penetapan garis batas laut antara Indonesia dengan Singapura tanggal 25 Mei 1973 di Jakarta;
SKEMA BATAS-BATAS WILAYAH NEGARA KEPULAUAN
Dan Penetapan garis batas dasar laut selatan Pulau Tanimbar dan Pulau Timor disepakati pada tanggal 9 Oktober 1973 dan mulai berlaku tanggal 8 November 1973 antara Indonesia dan Australia.
Di luar dari sumber ini (Geografi untuk SMU, kurikulum 1994, Mutiara Sumber Widya), berdasarkan data tahun 2005 (Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2005), terdapat sebanyak 92 pulau di wilayah Indonesia berbatasan langsung dengan negara tetangga di antaranya: Malaysia (22), Vietnam (2), Filipina (11), Palau (7), Australia (23), Timor Leste (10), India (13), Singapura (4) dan Papua Nugini (1). Ke-92 pulau tersebut tersebar di 18 provinsi Indonesia yaitu Nanggroe Aceh Darussalam (6), Sumatra Utara (3), Kepulauan Riau (20), Sumatra Barat (2), Bengkulu (2), Lampung (1), Banten (1), Jawa Barat (1), Jawa Tengah (1), Jawa Timur (3), Nusa Tenggara Barat (1), Nusa Tenggara Timur (5), Kalimantan Timur (4), Sulawesi Tengah (3), Sulawesi Utara (11), Maluku Utara (1), Maluku (18), Papua (6) dan Papua Barat (3).
Dengan demikian bahwa perbatasan kita yang tersebar di seluruh Indonesia memiliki potensi masing-masing, potensi positif dan potensi negarif. Untuk menjaga kedaulatan negara, maka kita harus memperhatikan dan menjaganya.

Berikut Daftar Pulau Terdepan Indonesia:
SUMBER: DEPARTEMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar