Jumat, 27 Juli 2012

Selamatkan Sungai Kita


Sungai Iguazu, Argentina
iguazu
Saat melihat kemegahan alam yang terdaftar sebagai warisan dunia dan energi yang berasal dari jutaan meter kubik air ini, kita bisa membayangkan air yang merupakan kebutuhan vital bagi kita semua ini berlimpah dan terbuang sia-sia. Tapi itu salah. Kekuatan yang menakjubkan ini hanyalah khayalan. Karena meski air menutupi 70% permukaan bumi, hanya 3% merupakan air segar. Bahkan kandungan air segar di sungai ini sangat sedikit, hanya 0,01%.
Di balik keindahan dan kekuatan dahsyat air ini, tersembunyi sebuah kenyataan. Sebagian besar sungai di dunia terancam. Kita sering mengatakan bahwa hutan adalah paru-paru bumi. Tapi kita pun bisa menganggap sungai adalah pembuluh darah bumi. Dan jika pembuluh darah terhimpit, kita dalam bahaya. Gaya hidup kita menghabiskan banyak sekali air, akibatnya beberapa sungai mengering. Beberapa sungai dialihfungsikan dan dipotong dengan bendungan. Saat ini ilmuwan memperkirakan sekitar 90% sungai di dunia terkena dampak masalah ini.
Perlu diketahui bahwa 1 dari 5 orang di dunia tak mendapatkan air bersih. Itulah salah satu penyebab kematian utama. Kita semua butuh air. Sungai-sungai ini adalah aset umum. Masa depan sungai kita sedang dipertaruhkan.
Mari kita melakukan perjalanan mengarungi sungai-sungai terindah di dunia. Agar kita bisa memahami peranan penting sungai serta indahnya keseimbangan alam.
iguazu-picture-27
Rata-rata laju alir air terjun Iguazu adalah 1,4 juta liter/detik. Saat hujan deras meningkat menjadi 6 juta liter/detik. Seolah semua orang perancis menghidupkan keran air secara bersamaan. Iguazu adalah bejana geologi yang terbentuk 200 ribu tahun yang lalu. Melahirkan 275 aliran yang tersebar sepanjang lebih dari 2,5 km. Bagian tertingginya disebut The Devil’s Canyon, mencapai 700 meter.
“Luar biasa. Ini sama seperti sungai lain di dunia. Tapi orang tak menyadari bahaya dan ancaman yang muncul di sungai-sungai kita, mungkin karena sulit untuk melihatnya. Saat ini banyak sungai di dunia yang tak bermuara ke laut. Terlalu banyak air yang digunakan untuk bertani, akibatnya sungai mengering sebelum mencapai lautan. Banyak sungai lain bisa bernasib seperti itu. Tapi ada masalah lain yang sulit dikenali seperti hal-hal yang terjadi di bawah air. Banyak sungai yang tak punya ikan lagi. Tak ada lagi keanekaragaman karena polusi sudah mencemari sejak lama. Bila keanekaragaman alam hilang, maka itu indikator ketidakberfungsian. Kita tidak boleh membiarkan sungai tak berfungsi karena kita bergantung pada sungai. Sungai mengairi bumi, menghasilkan sedimen yang membuat tanah subur, menghasilkan air untuk mengairi pertanian. Ada alasan kuat mengapa orang selalu bertempat tinggal di pinggir sungai. Peradaban besar selalu terbentuk di pinggir sungai. Misalnya Mesir dan Sungai Nil. Kita harus membangun kembali ekosistem di sungai-sungai. Kita harus menghentikan semua polusi di semua sungai pada waktu bersamaan dan menganggapnya sebagai prioritas hidup demi kelangsungan generasi mendatang”, Roberto Epple, aktivis European Rivers Network.
Air tak hanya mewakili 60% di tubuh kita. Tapi juga apapun yang kita produksi. Makanan dan barang-barang butuh banyak air. Untuk membuat 1 kg gula kita butuh 3000 liter air, 1 kg kopi butuh 20 ribu liter air. Untuk membuat 1 unit mobil dibutuhkan hampir 400 ribu liter air. Jadi kita harus mengerti bahwa konsumsi kita memiliki pengaruh langsung pada siklus air serta keanekaragaman alam.
TripleFrontier2
“Sungai memegang peranan penting dalam membentuk keanekaragaman alam. Tepi sungai yang lembab membuat lingkungan yang unik di cagar alam ini. Dan itu menciptakan beberapa bentuk kehidupan tertentu, yaitu organisme yang tidak bisa berkembang di tempat lain”, Justo Herrera, anggota Iguazu National Park Research Center.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar