Jumat, 27 Juli 2012

Republik Arab Mesir


جمهوريّة مصر العربيّة
Gumhūriyyat Miṣr al-’Arabiyya
BenderaLambang
Lagu kebangsaanBiladi, Biladi, Biladi
Ibu kota
(dan kota terbesar)
Kairo
Bahasa resmiArab
PemerintahanRepublik
 - Ketua Dewan Tinggi Angkatan Bersenjata MesirMohamed Hussein Tantawi
 - Perdana MenteriEssam Sharaf
 - Ketua Dewan KonstitusiFarouk Sultan
KemerdekaanDari Britania Raya 
 - Disetujui28 Februari1922 
 - Deklarasi18 Juni 1953 
Luas
 - Total997,739 km2 (30)
 - Air (%)0,6%
Penduduk
 - Perkiraan 200577.505.756 (15)
 - Sensus 200476.117.420 
 - Kepadatan77/km2 (93)
PDB (KKB)Perkiraan 2005
 - TotalUS$282,3 miliar (31)
 - Per kapitaUS$1.350 (115)
Mata uangPound (EGP)
Zona waktu(UTC+2)
 - Musim panas (DST) (UTC+2)
Ranah Internet.eg
Kode telepon20

Republik Arab Mesir, lebih dikenal sebagai Mesir, (bahasa ArabمصرMaṣr) adalah sebuah negara yang sebagian besar wilayahnya terletak diAfrika bagian timur laut. Mesir juga digolongkan negara maju di Afrika.
Dengan luas wilayah sekitar 997.739 km² Mesir mencakup Semenanjung Sinai (dianggap sebagai bagian dari Asia Barat Daya), sedangkan sebagian besar wilayahnya terletak di Afrika Utara. Mesir berbatasan dengan Libya di sebelah barat, Sudan di selatan, jalur Gaza dan Israel di utara-timur. Perbatasannya dengan perairan ialah melalui Laut Tengah di utara dan Laut Merah di timur.
Mayoritas penduduk Mesir menetap di pinggir Sungai Nil (sekitar 40.000 km²). Sebagian besar daratan merupakan bagian dari gurun Sahara yang jarang dihuni.Mayoritas penduduk negara Mesir adalah Islam
Mesir terkenal dengan peradaban kuno dan beberapa monumen kuno termegah di dunia, misalnya Piramid Giza, Kuil Karnak dan Lembah Rajaserta Kuil Ramses. Di Luxor, sebuah kota di wilayah selatan, terdapat kira-kira artefak kuno yang mencakup sekitar 65% artefak kuno di seluruh dunia. Kini, Mesir diakui secara luas sebagai pusat budaya dan politikal utama di wilayah Arab dan Timur Tengah.

Daftar isi

  [sembunyikan

[sunting]Politik

Mesir berbentuk republik sejak 18 Juni 1953, Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia. Mohamed Hosni Mubarak telah menjabat sebagai Presiden Mesir selama lima periode, sejak 14 Oktober 1981 setelah pembunuhan Presiden Mohammed Anwar el-Sadat. Selain itu, ia juga pemimpin Partai Demokrat NasionalPerdana Menteri MesirDr. Ahmed Nazif dilantik pada 9 Juli 2004 untuk menggantikan Dr. Atef Ebeid.
Kekuasaan di Mesir diatur dengan sistem semipresidensial multipartai. Secara teoritis, kekuasaan eksekutif dibagi antara presiden dan perdana menteri namun dalam prakteknya kekuasaan terpusat pada presiden, yang selama ini dipilih dalam pemilu dengan kandidat tunggal. Mesir juga mengadakan pemilu parlemen multipartai.
Pada akhir Februari 2005, Presiden Mubarak mengumumkan perubahan aturan pemilihan presiden menuju ke pemilu multikandidat. Untuk pertama kalinya sejak 1952, rakyat Mesir mendapat kesempatan untuk memilih pemimpin dari daftar berbagai kandidat. Namun, aturan yang baru juga menerapkan berbagai batasan sehingga berbagai tokoh, seperti Ayman Nour, tidak bisa bersaing dalam pemilihan dan Mubarak pun kembali menang dalam pemilu.
Pada akhir Januari 2011 rakyat Mesir menuntut Presiden yang sekarang Berkuasa Hosni Mubarak untuk meletakan jabatannya. Hingga 18 hari aksi demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden Hosni Mubarak mundur, akhirnya pada tanggal 11 Februari 2011 Hosni Mubarak resmi mengundurkan diri. Pengunduran diri Hosni Mubarak ini disambut baik oleh rakyatnya, dan disambut baik oleh dunia Internasional.

Sejarah

Mesir Arab dan Utsmaniyah


Selim I (1470–1520), penakluk Mesir
Bizantium mampu membangun kontrol di negara itu setelah invasi singkat Persia pada awal abad ke-7, sampai 639-42, ketika Mesir diinvasi dan ditaklukkan oleh Khalifah oleh Muslim Arab. Ketika mereka mengalahkan tentara Bizantium di Mesir, orang Arab membawa Islam Sunni kesana. Pada awal periode, orang Mesir mulai membaurkan iman mereka kepercayaan adat dan praktik, yang menyebabkan berbagai tarekat Sufi berkembang sampai hari ini.[1] Ritus-ritus ini selamat dariGereja Ortodoks Koptik Alexandria.[2]
Penguasa Muslim ditunjuk kekhalifahan Islam untuk tetap in menguasai Mesir selama enam abad berikutnya, dengan Kairo sebagai pusat kekhalifahan dibawahFatimiyah. Dengan berakhirnya Dinasti Ayyubiyah KurdiMamluk, sebuah kasta militer Turko-Sirkasia, mengambil kontrol pada 1250 M. Pada akhir abad ke-13, Mesir menghubungkan Laut MerahIndiaMalaya, dan Samudra Hindia.[3] Mereka terus memerintah negara itu sampai penaklukan Mesir oleh Turki Utsmaniyahpada 1517, yang setelahnya Mesir akan menjadi provinsi dari Kesultanan Utsmaniyah. Sekitar 40% populasi Mesir pada pertengahan abad ke-14 terbunuh olehKematian Hitam.[4]
Setelah abad ke-15, invasi Utsmaniyah menekan sistem Mesir mengalami kemunduran. Militarisasi defensif merusak masyarakat sipil dan institusi ekonomi.[3]Melemahnya sistem ekonomi yang dikombinasikan dengan efek dari penyakit pes yang meninggalkan Mesir yang membuat ia rentan dari invasi asing. PedagangPortugis mengambil alih perdagangan mereka.[3] Mesir mengalami enam kelaparan antara 1687 dan 1731.[5] Kelaparan 1784 menyebabkan kerugian yang kira-kira seperenam dari penduduknya.[6]

Laksamana Inggris Codringtonbernegosiasi dengan Muhammad Ali Pashadi istana terakhir di Iskandariyah.
Invasi Perancis di Mesir yang singkat itu dipimpin oleh Napoleon Bonaparte yang dimulai pada 1798. Pengusiran Peranci pada 1801 oleh tentaraUtsmaniyahMamluk, dan Britania diikuti dengan empat tahun masa anarki sewaktu bangsa Utsmaniyah, Mamluk, dan Albania -- yang biasanya tunduk kepada Utsmaniyah—saling berebut kekuasaan. Saat kekacauan ini, komandan resimen Albania, Muhammad Ali (Kavalali Mehmed Ali Pasha) muncul sebagai tokoh, dan pada 1805 tanpa sepengetahuan Sultan di Istanbul, Muhammad Ali diangkat sebagai raja muda di Mesir.

[sunting]Ekonomi


Jembatan Terusan Suez
Ekonomi Mesir sangat tergantung pada pertanian, media, ekspor minyak bumi, ekspor gas alam, dan pariwisata, terdapat pula lebih dari tiga juta orang Mesir bekerja di luar negeri, terutama di Arab Saudi, Teluk Persia dan Eropa. Penyelesaian Bendungan tinggi Aswan pada tahun 1970 dan resultan Danau Nasser telah menghasilkan tempat yang dihormati sepanjang masa dari Sungai Nil dalam pertanian dan ekologi negara Mesir. Sebuah populasi yang berkembang pesat, lahan pertanian terbatas, dan semua ketergantungan pada Sungai Nil terus membebani sumber daya dan menekankan ekonomi.[7]

[sunting]Demografi

Mesir merupakan negara Arab paling banyak penduduknya sekitar 74 juta orang. Hampir seluruh populasi terpusat di sepanjang Sungai Nil, terutamaIskandariyah dan Kairo, dan sepanjang Delta Nil dan dekat Terusan Suez. Hampir 90% dari populasinya adalah pemeluk Islam dan sisanya Kristen(terutama denominasi Coptic).
Penduduk Mesir hampir homogenous. Pengaruh Mediterania (seperti Arab dan Italia) dan Arab muncul di utara, dan ada beberapa penduduk asli hitam di selatan. Banyak teori telah diusulkan mengenai asal-usul orang Mesir, namun tidak ada yang konklusif, dan yang paling banyak diterima adalah masyarakat Mesir merupakan campuran dari orang Afrika Timur dan Asiatik yang pindah ke lembah Nil setelah zaman es. Orang Mesir menggunakan bahasa dari keluarga Afro-Asiatik (sebelumnya dikenal sebagai Hamito-semitic).

[sunting]Pembagian Administratif


Peta Mesir
Mesir dibagi menjadi 26 governorat (muhafazat; tunggal – muhafazah):

[sunting]Agama

Agama memiliki peranan besar dalam kehidupan di Mesir. Secara tak resmi, adzan yang dikumandangkan lima kali sehari menjadi penentu berbagai kegiatan. Kairo juga dikenal dengan berbagai menara masjid dan gereja. Menurut konstitusi Mesir, semua perundang-undangan harus sesuai denganhukum Islam. Negara mengakui mazhab Hanafi lewat Kementerian Agama. Imam dilatih di sekolah keahlian untuk imam dan di Universitas Al-Azhar, yang memiliki komite untuk memberikan fatwa untuk masalah agama.
90% dari penduduk Mesir adalah penganut Islam, mayoritas Sunni dan sebagian juga menganut ajaran Sufi lokal. Sekitar 10% penduduk Mesir menganut agama Kristen; 78% dalam denominasi Koptik (Koptik OrtodoksKatolik Koptik, dan Protestan Koptik).

[sunting]Pendidikan

Secara historis, modernisasi pendidikan di Mesir berawal dari pengenalan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi Napoleon Bonaparte pada saat penaklukan Mesir. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai Napoleon Bonaparte yang berkebangsaan Perancis ini, memberikan inspirasi yang kuat bagi para pembaharu Mesir untuk melakukan modernisasi pendidikan di Mesir yang dianggapnya stagnan. Di antara tokoh-tokoh tersebut Jamaluddin al-AfghaniMuhammad Abduh, dan Muhammad Ali Pasha. Dua yang terakhir, secara historis, kiprahnya paling menonjol jika dibandingkan dengan tokoh-tokoh yang lain.
Sistem Pendidikan di negara Mesir meliputi:
1. Sekolah Dasar (Ibtida’i).
2. Sekolah Menengah Pertama (I’dadi).
3. Sekolah Menengah Atas (Tsanawiyah ‘Ammah).

[sunting]Lihat pula

[sunting]Pranala luar

Wikitravel Lihat panduan wisata Mesir di Wikitravel

[sunting]Referensi

  1. ^ "Egypt"Berkley Center for Religion, Peace, and World Affairs. Diakses pada 14 Desember 2011. Lihat pada bagian terakhir esai "Islamic Conquest and the Ottoman Empire" (bahasa Indonesia:"Penaklukan Islam dan Kesultanan Utsmaniyah")
  2. ^ El-Daly, Okasha. Egyptology: The Missing Millennium. London: UCL Press, 2005. p. 140
  3. ^ a b c Abu-Lughod, Janet L. (1991) [1989]. "The Mideast Heartland"Before European Hegemony: The World System A.D. 1250–1350. New York: Oxford University Press. hlm. 243–244. ISBN 978-0195067743.
  4. ^ Egypt – Major CitiesU.S. Library of Congress
  5. ^ The Ottoman Empire, 1700–1922. Cambridge University Press. 25 Juli 2005. hlm. 115. ISBN 0521839106.
  6. ^ "Icelandic Volcano Caused Historic Famine In Egypt, Study Shows". ScienceDaily. 22 November 2006
  7. ^ "Egypt: Economy", LookLex Encyclopedia. Retrieved 21 August 2008..

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar